Showing posts with label MENYUNTING. Show all posts
Showing posts with label MENYUNTING. Show all posts

Wednesday, 24 January 2018

KATA BERIMBUHAN


Kata berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mendapatkan imbuhan baik awalan, sisipan, akhiran, maupun gabungan imbuhan.

Dalam bahasa Indonesia secara umum bentuk kata itu terdiri atas dua macam, yaitu kata dasar dan kata bentukan. Kata dasar merupakan suatu kata yang utuh dan belum mendapat imbuhan apa pun. Dalam proses pembentukan kata, kata dasar dapat diartikan sebagai kata yang menjadi dasar bagi bentukan kata lain yang lebih luas. Dalam pengertian ini, kata dasar lazim pula disebut sebagai

bentuk dasar, kata asal, dan ada pula yang menyebutnya sebagai dasar kata. Terkait dengan itu, untuk menghindari penyebutan yang berbeda -beda, dalam buku ini kata yang menjadi dasar bagi bentukan kata lain yang lebih luas disebut kata dasar.

Berbeda dengan itu, kata bentukan merupakan kata yang sudah dibentuk dari kata dasar dengan menambahkan imbuhan tertentu. Kata bentukan seperti ini lazim pula disebut dengan beberapa istilah yang berbeda-beda, misalnya ada yang menyebutnya sebagai kata turunan, kata berimbuhan, dan ada pula yang menyebutnya kata jadian.

PENGIMBUHAN
Pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan pada kata dasar.
Sehubungan dengan itu, imbuhan yang lazim digunakan sebagai unsur pembentuk kata dalam bahasa Indonesia, paling tidak, terdiri atas empat macam, dan masing-masing diberi nama sesuai dengan posisinya pada suatu kata. Pertama, imbuhan yang terletak pada awal kata lazim disebut awalan (prefiks). Kedua, imbuhan yang terletak pada akhir kata lazim disebut akhiran (sufiks). Ketiga, imbuhan yang terletak pada tengah kata lazim disebut sisipan (infiks). Keempat, imbuhan yang terletak pada awal kata dan akhir kata sekaligus lazim disebut gabungan imbuhan (konfiks). Beberapa contoh imbuhan itu dapat diperhatikan di bawah ini.
a. Awalan
meng- menulis, melamar, memantau
di- ditulis, dilamar, dipantau
peng- penulis, penyanyi, peramal
ber- berkebun, bermain, bermimpi
ter- terpaksa, terpadu, tersenyum
se- serupa, senada, seiring

b. Akhiran
-an tulisan, tatapan, tantangan
-i temui, sukai, pandangi
-kan tumbuhkan, sampaikan, umumkan
c. Sisipan
-el- geletar, geligi, gelantung
-em- gemuruh, gemetar
-er- gerigi
d. Gabungan Imbuhan
meng-...-kan menemukan, meratakan
meng-...-i memandangi,
mengunjungi
peng-...-an pendidikan, pemandian
ke-...-an kehujanan, kemajuan
se-...-nya seandainya, sebaiknya
per-...-an peraturan, persimpangan

Contoh soal UN SMA 2016/2017 dan pembahasan
Kunci jawaban: D

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mengalami pengimbuhan baik mendapatkan awalan, sisipan, akhiran, maupun gabungan imbuhan.
Untuk menentukan kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tentunya harus melihat kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Disamping itu, juga harus mempertimbangkan makna kalimat dan kalimat secara keseluruhan. 
Dengan memperhatikan kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang dan makna kalimat/paragraf secara keseluruhan, kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah pengembangan, dieksploitasi, menumbuhkan (opsi D).
Soal UN SMP/MTs. 2016/2017

Kunci jawaban: A
Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mengalami pengimbuhan baik mendapatkan awalan, sisipan, akhiran, maupun gabungan imbuhan. 
Untuk menentukan kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tentunya harus melihat kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Disamping itu, juga harus mempertimbangkan makna kalimat dan kalimat secara keseluruhan. 
Dengan memperhatikan kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang dan makna kalimat/paragraf secara keseluruhan, kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah berkurang (pilihan jawaban A). 

Makna imbuhan ber- pada kata berkurang adalah membuat jadi –kurang atau menyebabkan jadi…. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat sebelumnya,  yaitu kata mengakibatkan.

KALIMAT TIDAK PADU DALAM PARAGRAF



Mengidentifikasi Kalimat Tidak Padu dalam Paragraf 
Kalimat tidak padu merupakan kalimat yang tidak memiliki korelasi dengan kalimat lainnya pada suatu paragraf. Kalimat tidak padu juga seringkali bertentangan dengan ide paragraf yang hendak disampaikan. Kalimat ini bisa saja terjadi karena kesalahan penulisan pada saat menyisipkan gagasan ke dalam kalimat. Berikut beberapa ciri dari kalimat tidak padu :
a. Kalimat tidak padu seingkali bertentangan dengan ide pokok pada kalimat utama dalam paragraf. Jika pembaca mencermati tiap kalimat pada paragraf, maka akan dengan mudah mengidentifikasi kalimat tak padu tersebut.
b. Kalimat tidak padu jika diperhatikan konten kalimatnya tidak sambung atau tidak berkesinambungan serta tidak mendukung kalimat lainnya dalam paragraf.
c. Kalimat tak padu seringkali keluar dari inti permasalahan yang sedang dibicarakan dalam kalimat.

Hal-hal yang harus dilakukan guna mengidentifikasikan kalimat sumbang adalah terlebih dahulu menentukan kalimat utama yang memuat ide pokok paragraf. Setelah itu tentukan beberapa kaliama penjelas yang mendukung serta berkesesuaian dengan kalimat utama. Jika terdapat kalimat yang tidak sambung dengan kalimat utama dan penjelas, maka dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tidak padu.

Contoh Kalimat Tak Padu
Contoh 1 :
(1)Andi adalah anak yang cerdas. (2)Tak heran jika dirinya selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. (3)Beberapa kali juga ia sempat mewakili sekolahnya dalam ajang perlombaan cerdas cermat ataupun olimpiade sains. (4)ia juga sering memboyong banyak tropi dalam beberapa event perlombaan sejenis Lomba Cepat Tepat (LCT). (5)Karena dianggap sebagai siswa yang cerdas, ia sering dimintai tolong oleh gurunya untuk membimbing teman-temannya yang merasa kesulitan dalam hal materi pelajaran sekolah. (6)Andi sangat piawai sekali dalam memainkan bidak catur pada pertandingan peringatan kemerdakaan RI minggu lalu. (7)Di tahun terakhir sekolahnya ia tak lagi bingung untuk mencari tempat berkuliah. (8)Ia telah diterima di salah satu pergutuan tinggi negeri terkemuka di Indonesia dan mendapatkan beasiswa penuh selama studi.
Penjelasan :
Kalimat satu yakni “Andi adalah anak yang cerdas“ merupakan kalimat utama yang memuat ide pokok paragraf. Kalimat lainnya berperan sebagai kalimat penjelas yang berkaitan dengan kalimat utama kecuali pada kalimat nomor 6 yakni “Andi sangat piawai sekali dalam memainkan bidak catur pada pertandingan peringatan kemerdakaan RI minggu lalu.” Kalimat tersebut menyimpang dari fokus masalah yang dibahas pada kalimat utama dan kalimat penjelas.
Contoh soal UN 2016/2017 SMA/MA dan pembahasan  


Kunci Jawaban : D
Pembahasan: 
Kalimat yang tidak padu pada paragraf di atas adalah kalimat nomor 4. Paragraf di atas memiliki ide pokok varietas baru sorgum. Penjelasan yang berkaitan dengan ide pokok adalah nama, ciri-ciri, dan keunggulan verietas atau jenis baru sorgum (kalimat nomor 2, 3, dan 5). Sedangkan kalimat nomor 4 berisi kelemahan sorgum dibandingkan dengan padi. Dengan demikian, kalimat nomor 4 tidak mendukung ide pokok paragraf dan merupakan kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut.
Contoh soal UN SMP/MTs 2016/2017

Kunci Jawaban: B
Pembahasan

Perbaikan paragraf tersebut supaya padu adalah dengan menghilangkan kalimat nomor (2) Harga BBM semakin hari semakin murah (pilihan jawaban B). Kalimat tersebut tidak mendukung ide pokok dan tidak sesuai dengan isi kalimat-kalimat lain dalam paragraf, yaitu tentang keterkaitan program mobil murah dan ramah lingkungan dengan meningkatnya subsidi BBM. Di samping itu, isi kalimat (2) yang menyatakan harga BBM semakin hari semakin murah tidak sesuai dengan kenyataan di masyarakat yang menunjukkan harga BBM semakin hari semakin mahal.

Tuesday, 23 January 2018

KAIDAH PENULISAN JUDUL KARANGAN


Pemberian judul bacaan yaitu penamaan terhadap bacaan. Pemberian judul harus  mempertimbangkan isi bacaan. Di samping itu, judul haruslah menarik, mudah diingat, singkat, menggambarkan isi, berupa kata atau frase. Yang harus diperhatikan lagi adalah penulisan judul. Penulisan judul yang benar harus mengacu kepada pedoman umum ejaan bahasa Indonesia, yaitu menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata, termasuk semua unsur kata ulang sempurna, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. 
Contoh penulisan judul karangan.

-       Azas-Azas Hukum

-       Anak dan Cita-Citanya

-       Dari Desa ke Kota

-       Pencemaran Lingkungan di Wilayah Jembatan Lima
Contoh soal UN SMA/MA 2016/2017 dan pembahasan 
Kunci Jawaban: E
Pembahasan
Kaidah penulisan judul menurut pedoman umum ejaan bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. 
Judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna), kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa dan Sastra.
Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyajikan makalah "Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata".
Berdasarkan kaidah tersebut, penulisan judul buku pada soal di atas yang sesuai dengan kaidah adalah Cara Merawat Ikan Patin dan Ikan Bandeng di Air Payau (pilihan jawaban E).

Monday, 22 January 2018

MENGIDENTIFIKASI KESALAHAN PENGGUNAAN KATA/ISTILAH


       Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Kata/Istilah

a.        Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia ini lebih dikenal sebagai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Selain itu, kamus bahasa Indonesia juga menjadi salah satu rujukan dalam penentuan baku atau tidaknya suatu kata.



Kata baku sering digunakan pada kalimat resmi ataupun percakapan resmi, misalnya pada pidato atau ketika berbicara kepada orang yang lebih dihormati. Kata tidak baku lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, misalnya dengan teman atau anggota keluarga. Kata tidak baku dapat dikenali salah satunya dari penulisannya.

b.        Fungsi Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku bukan hanya ditujukan agar pembicaraan atau penulisan menjadi lebih resmi, akan tetapi terdapat fungsi lain. Fungsi kata baku dalam bahasa antara lain:

1)        Pemersatu

Pemakaian kata baku penting diterapkan di seluruh wilayah Indonesia yang berupa kepulauan. Hal ini dapat membuat bahasa menjadi salah satu alat pemersatu beragam kelompok. Kekhasan dialek bahasa pada masing-masing kelompok dapat dipersatukan dengan bahasa baku sehingga menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa Indonesia.

2)        Pemberi Kekhasan

Penggunaan bahasa baku menjadi pembeda dari bahasa yang lain. Dengan itu penerapan kata atau bahasa baku dapat memperkuat rasa kepribadian nasional masyarakat Indoensia.

3)        Pembawa Wibawa

Penggunaan kata baku dalam bahasa Indonesia dapat memperlihatkan kewibawaan masyarakat Indonesia itu sendiri. Masyarakat yang bertutur kata dengan baik dan benar akan memperoleh wibawa dan kehormatan di mata orang lain. Dan pada akhirnya dapat membuat orang lain kagum atas bahasa Indonesia.

4)        Kerangka Acuan

Kaidah dalam penggunaan kata baku menjadi tolak ukur tentang benar atau tidaknya pemakaian dan penerapan bahasa seseorang.

Fungsi kata baku lebih berkaitan dengan urusan yang berkaitan dengan bangsa, sedangkan kata tidak baku mempunyai fungsi dalam area yang lebih kecil. Kata tidak baku berfungsi dalam menciptakan kenyamanan, keakraban, dan suasana santai ketika bercengkerama atau berkomunikasi dengan keluarga dan teman.

c.         Ciri ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Beberapa penentuan kata baku dapat dilihat dari ciri-cirinya. Ciri ciri kata baku antara lain:

1)        Kata baku tidak dapat berubah setiap saat

2)        Tidak terpengaruh bahasa daerah

3)        Bukan bahasa percakapan sehari-hari

4)        Tidak terpengaruh bahasa asing

5)        Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat

6)        Kata baku tidak mempunyai arti yang rancu

7)        Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)

8)        Pemakaian imbuhan pada kata baku secara eksplisit

Ciri-ciri kata tidak baku antara lain:

1)        Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing

2)        Terpengaruh oleh perkembangan zaman

3)        Digunakan pada percakapan santai

4)        Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya

(http://dosenbahasa.com/ciri-ciri-kata-baku-dan-tidak-baku)

d.        3 (Tiga) Trik Agar Anda Menguasai Kata Baku

Menguasai kata baku tidak bisa dalam satu malam. Untuk itu, 3 (tiga) trik di bawah ini dapat membantu Anda menguasainya.

1)        Hafal sedikit demi sedikit

Mulai sekarang, hafal sedikit demi sedikit kata baku yang tertera pada tabel di atas atau di buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia yang Anda miliki. Misalnya, Anda menghafal 1-2 kata baku setiap harinya.

2)        Gunakan sesering mungkin

Saat Anda menulis di media apa pun (misalnya Facebook dan WhatsApp), gunakan kata baku. Jangan malu dibilang orang serius. Jangan pula takut disebut pamer kepintaran. Pokoknya, gunakan kata-kata tersebut sesering mungkin dalam kehidupan sehari-hari Anda.

3)        Cek menggunakan KBBI online

Saat sedang menulis, mungkin Anda lupa satu atau lebih kata baku. Tandai kata tersebut (misalnya dengan highlight kuning) dan lanjutkan menulis. Setelah selesai menulis, kunjungi Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan (KBBI online melalui http://kbbi.web.id/) untuk mengecek kata tersebut (http://www.tipsmenulisbuku.com/kata-baku/).

Contoh soal UN SMA dan pembahasan:

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

Kalimat yang menggunakan kata tidak baku pada paragraf di atas adalah kalimat nomor 2. Kata yang tidak baku pada kalimat nomor 2 yaitu mensediakan. Bentuk baku dari kata mensediakan yaitu menyediakan.

Fonem /k, p, t, s/ pada awal kata dasar luluh jika mendapat awalan meng-/meng-kan dan peng-/peng-kan. Awalan meng-/meng-kan dan peng- berubah menjadi meny-/meny-kan dan peny- jika dirangkaikan dengan kata dasar yang berawal dengan fonem /s/.  

Contoh:

meng-kan + sedia àmenyediakan

meng-kan + siap àmenyiapkan

Contoh soal UN SMP


Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata tidak baku dalam teks tersebut adalah mie, menggolak(pilihan jawaban B). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata yang baku adalah mi dan bergolak. Kata mimemiliki arti bahan makanan dari tepung terigu, bentuknya seperti tali (https://kbbi.web.id/mi) dan kata bergolak memiliki arti menggelegak; mendidih berbual-bual: (https://kbbi.web.id/golak)
Contoh soal UN SMK tahun 2016/2017

Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau pedoman umum ejaan bahasa Indonesia. Kata tidak baku dalam teks tersebut yaitu epektifdan kontek (opsi D).
No
Kata Tidak Baku
Kata Baku
1
epektif
efektif
2
kontek
konteks




Twitter

Artikel Populer

Blog Archive

Template Ini Di buat oleh Blog Informasi dan Berita Unik Terbaru ( Zain Fikri H ) yang didukung oleh Blogger